Kami, Kaum Telapak yang adalah kumpulan anggota-anggota PerkumpulanTelapak, bercita-cita untuk mewujudkan keadilan antar unsur alam dan antar generasi dalam pengelolaan sumber daya alam hayati di Indonesia.  Tekad bulat ini dijabarkan dalam Gerakan Telapak untuk membela, berjuang, dan bekerja bersama petani, nelayan, dan masyarakat adat sebagai 3 konstituen utama, untuk membebaskan diri dari segala bentuk penindasan dan perampasan hak-hak azasi; serta mencapai kedaulatan secara politik, kemandirian secara ekonomi, serta kemartabatan secara budaya.

Kaum Telapak menyadari bahwa telah dan sedang terjadi pertentangan yang semakin menguat antara tujuan‐tujuan ekonomi dari pemanfaatan sumber daya alam hayati dan perlindungannya; menguatnya dominasi dan penguasaan atas pengetahuan dan informasi di tangan lembaga‐lembaga riset dan konservasi internasional; meningkatnya laju kerusakan ekosistem hutan dan laut;  adanya pemahaman yang berkembang bahwa konservasi adalah pengawetan alam yang “anti‐rakyat”, yang semuanya mengakibatkan kondisi masyarakat/komunitas di dalam dan sekitar kawasan sumber daya alam hayati yang semakin miskin dan terpinggirkan;  serta semakin gencarnya kooptasi sektor swasta dan korporasi industri ekstraktif terhadap gerakan perlawanan masyarakat sipil.

Mengamati perkembangan terakhir dalam Perkumpulan Telapak, kami menyadari adanya perubahan internal organisasi yang mengarah pada kecenderungan menjauhnya laku organisasi dari upaya perwujudan cita-cita GerakanTelapak yang ditandai dengan pengingkaran visi misi dan nilai-nilai Telapak, terjadinya degradasi akuntabilitas, munculnya perilaku otoritarian dalam penyelenggaraan organisasi dan pengambilan keputusan, serta pengabaian terhadap anggota dan konstituen utama Perkumpulan Telapak.

Oleh sebab itu, dalam Musyawarah Besar dan Rapat Anggota tidak biasa dari Perkumpulan Telapak 2016 di Sarongge, Jawa Barat atau disebut juga Pertemuan Sarongge, Kaum Telapak kembali meneguhkan cita-cita dari GerakanTelapak.

Selanjutnya, Pertemuan Sarongge mengeluarkan maklumat untuk:

  1. Mengembalikan dan memperkuat Gerakan Telapak dengan mentransformasi organisasi menjadi Perkumpulan Kaoem Telapak.
  2. Dengan demikian maka bagi kami Perkumpulan Telapak telah bubar dan tidak ada lagi.
  3. Segala hal yang berkaitan dengan peralihan organisasi akan ditindaklanjuti oleh alat-alat kelengkapan Perkumpulan Kaoem Telapak dengan cara yang sebaik-baiknya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Sarongge, 27 Mei 2016

KaumTelapak

Abdon Nababan, Abdul Halim, Abdul Khair Wattimena, Abdul Maal, Abu Meridian, Acho Mulyono, Ade Ma’mun, Adhie Masturiatna, Agus Sumantri, Ahmad Mundir Hasyim, Ahmad SJA, Aksan DN, Alexius Tege, Ali M. Basrin Salampessy, Ambrosius Ruwindrijarto, Anggit Saranta, Annas Radin Syarif, Antoinette G. Royo, Arbi Valentinus, Arifin Saleh, Arsyani Maruapey, Berdin Manus, Budi Hartono, Chandra Kirana, Christian P.P. Purba, Cipto Aji Gunawan, Dion Dharmarini, Dwi Lesmana, Een Irawan Putra, Elisabet Suwartini, Erna, Ery Damayanti, Eti Kartina, Febrilia Ekawati, Funy Murdianti, Galih Prasetya Utama, Gede Yudarta, Gilung, Gondok, Hamsuri, Hanung Suseno, Hariyanto, Hariyono, Harry Kartiwa, Heri Susanto, Hisam Setiawan,   I Nyoman Triada, I Nyoman Trijaya, Imanche Al Rachman, Ir. Sri Endang Sukarsih, MP, Jafri, Jakariya Saputra, Johanes Jeanito, Jomi Suhendri Saputra, L. Prima Wira Putra, La Ode Mangki, Laiyen Darmayanti, M. Muslich, M. Nur, M. Seting Beraan, M. Zainuri Hasyim, Mardi Minangsari, Mariaty A. Niun, Martinus Pramono, Matulandi Supit, Mina Susana Setra, Minnie Rivai, Mudzakir, Muhammad Ichwan, Muhammad Kosar, Muhammad Sidik, Muhammad Yayat Afianto, Nanang Sujana, Natanael Ginting, Nawa Irianto, Ni Nengah Ariasih, Nuraeni, Nuruddin HAS, Nurwiati, Panji Wijaya, Patmawati, Petrus Asuy, Ponidi, Pontas Sitanggang, Prasetya Aan Wibowo, Pujo Wibowo, Putro S. Kurniawan, R. Moh. Rais, Rainny B. Natalia Situmorang, Ratu Balqis, Ridzki Rinanto Sigit, Rika Agustina, Rina Agustine, Rita Sri Mustikasari, Rizal Mahfud, Rizman Azmi Aziz, Ruby Vidia Kusumah, Rukka Sombolinggi, Rukmini Paata Toheke, Salim Maruapey, Sandika Ariansyah, Sarie Wahyuni, Sheila Kartika P.P., Shodik Purnomo, Simpun Sampurna, Sirajuddin, Smuraja Difinubun, Suhardi, Suko Wiyono, Supangat, Susanto Kurniawan, Syukur Toheke, Togu Manurung, Vandi Wattimena, Victor A.Z., Wancino, Weni T.L. Toheke, Willem Pattinasarany, Wishnu Tirta Setiadi, Yoyon Mujiono, Yuyun Indradi, Zainur Rohman, Zulfahmi

Latest Opinion

View all Opinion Posts

Latest News

Skema Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Harus Dirancang Ulang 3/21/2017

Kelompok Perwakilan Masyarakat Sipil untuk Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia Selasa, 21 Maret 2017 B ersamaan dengan Hari Hutan Sedunia, kami kelompok […]

Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia 3/21/2017

Kelapa sawit adalah salah satu produk pertanian andalan di sebagian besar wilayah Indonesia dan Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia […]

View all News Posts