Skema Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Harus Dirancang Ulang

Kelompok Perwakilan Masyarakat Sipil untuk Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia

Selasa, 21 Maret 2017

B ersamaan dengan Hari Hutan Sedunia, kami kelompok perwakilan masyarakat sipil menyatakan sikap bersama terkait industri kelapa sawit yang berkelanjutan Indonesia melalui sebuah kertas posisi sebagai bentuk partisipasi aktif dan transparan dalam proses ‘penguatan’ yaitu pembenahan mendasar terhadap sistem sertifikasi industri kelapa sawit berkelanjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang saat ini sedang diupayakan oleh Pemerintah.

Read more

Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia

Kelapa sawit adalah salah satu produk pertanian andalan di sebagian besar wilayah Indonesia dan Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan tingkat produksi lebih dari 30 juta ton pada Tahun 2015 meskipun tingkat produktivitasnya masih di bawah Malaysia. Lebih dari tujuh puluh persen (70%) dari total produksi diekspor ke pasar internasional dengan pasar ekspor utama India, Eropa, dan China, serta lebih dari 60 negara lainnya . Pada awal Tahun 2017, pemerintah Indonesia mematok target produksi minyak sawit mentah sebesar 40 juta ton hingga Tahun 2020.

Read more

Presiden Jokowi Didesak untuk Instruksikan Penghentian Intimidasi dan Ancaman Pembunuhan terhadap Masyarakat Adat Muara Tae

Selasa, 28 Juni 2016. Masuknya perkebunan kelapa sawit PT. Borneo Surya Mining Jaya (PT. BSMJ) di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur telah menyebabkan terjadinya intimidasi dan ancaman pembunuhan bagi masyarakat adat Muara Tae yang memilih untuk tidak melepaskan lahannya.
Read more

Perkebunan Kelapa Sawit Mencuri di Papua Barat

Pemilik lahan hanya dibayar 65 sen dolar AS (Rp. 6.000) per hektar

Bogor- 5 Juni 2012. Perusahaan perkebunan sawit yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Norwegia hanya membayar pemilik lahan di Papua sebesar US$ 0,65 (Rp 6.000) per hektar untuk hutan mereka.

Dalam briefing terbaru, Eksploitasi Kesat Mata, Telapak bersama dengan Environmental Investigation Agency (EIA) mengungkap bagaimana PT Henrison Inti Persada (PT HIP) membayar dengan rendah dan memarjinalisasi masyarakat adat Moi untuk lahan dan kayu. Read more

Eksploitasi Kesat Mata

Bagaimana Investor Dunia & Donor REDD+ Meraup Laba dari Pembalakan Hutan Papua Barat

Pemilik tanah adat di Sorong, Provinsi Papua Barat, dieksploitasi oleh Kayu Lapis Indonesia Group (KLI) untuk pengembangan perkebunan dengan ongkos mahal yang ditanggung oleh pemilik tanah adat dan hutan mereka.

Dokumen-dokumen yang diperoleh oleh Telapak/EIA mengungkapkan bahwa masyarakat adat Moi sebagai pemilik tanah hanya mendapat 0,65 dolar AS per hektar (Rp 6.000 per hektar) dari perjanjian “sewa lahan”. Padahal, setelah dikembangkan, tanah itu diperkirakan bernilai 5.000 dolar AS per hektar. Read more