Indonesian Civil Society Groups Position Paper On Sustainable Palm Oil Industry in Indonesia

I. BACKGROUND
Palm oil is one of the prominent agriculture products in most part of Indonesia. Indonesia is the biggest palm oil producer in the world with production rate more than 30 million tons in 2015 , though its production rate still below Malaysia. More than 70% of total production exported to international market that includes India, Europe, and China, and other 60 countries . In early 2017, the Government of Indonesia (GoI) set a target of producing 40 million tons of crude palm oil (CPO) by 2020. Read more

5 Orang Nelayan Tradisional Pulau Pari dan 1 Orang Anak Nelayan Ditangkap Polisi

URGENT ACTION

Rekan-rekan, hari ini (11/3/17) 5 orang Nelayan Tradisional Pulau Pari dan 1 orang anak nelayan ditangkap polisi dengan tuduhan pungli di Pulau Pari. Mari bersama-sama bersolidaritas mengirimkan SMS ke Kapolres Kepulauan Seribu dan Kapolda Metro Jaya: Read more

Presiden Jokowi Didesak untuk Instruksikan Penghentian Intimidasi dan Ancaman Pembunuhan terhadap Masyarakat Adat Muara Tae

Selasa, 28 Juni 2016. Masuknya perkebunan kelapa sawit PT. Borneo Surya Mining Jaya (PT. BSMJ) di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur telah menyebabkan terjadinya intimidasi dan ancaman pembunuhan bagi masyarakat adat Muara Tae yang memilih untuk tidak melepaskan lahannya.
Read more

Ramon Magsaysay Award – Ambrosius Ruwindrijarto

He is being recognized for “his sustained advocacy for community-based natural resource management in Indonesia, leading bold campaigns to stop illegal forest exploitation, as well as fresh social enterprise initiatives that engage the forest communities as their full partner”

“the Ramon Magsaysay Award is Asia’s highest honor and is widely regarded as the region’s equivalent of the Nobel Prize

Read more

Perkebunan Kelapa Sawit Mencuri di Papua Barat

Pemilik lahan hanya dibayar 65 sen dolar AS (Rp. 6.000) per hektar

Bogor- 5 Juni 2012. Perusahaan perkebunan sawit yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Norwegia hanya membayar pemilik lahan di Papua sebesar US$ 0,65 (Rp 6.000) per hektar untuk hutan mereka.

Dalam briefing terbaru, Eksploitasi Kesat Mata, Telapak bersama dengan Environmental Investigation Agency (EIA) mengungkap bagaimana PT Henrison Inti Persada (PT HIP) membayar dengan rendah dan memarjinalisasi masyarakat adat Moi untuk lahan dan kayu. Read more